Daur Hidup Nyamuk Aedes Aegypti Yang Perlu Diketahui

Kesehatan
5 Minyak Esensial yang Ampuh untuk Mengusir Nyamuk, Efektif dan Aman

Ketika musim hujan datang, genangan air terlihat dimana – mana dan rentan bermunculan jentik – jentik nyamuk. Anak – anak biasanya yang paling ingin tahu banyak. Ketika melihat jentik nyamuk, si kecil biasanya jadi ingin tahu daur hidup nyamuk itu seperti apa?

Nyamuk yang paling ditakuti saat ini yaitu Aedes Aegypti. Jenis nyamuk ini memiliki 4 tahapan daur kehidupan yaitu telur, larva, pupa, dan dewasa. Menurut Centers for Disease Control and Prevention, dalam situsnya, seluruh siklus hidup nyamuk, mulai dari telur hingga dewasa hanya memerlukan waktu sekitar 8 hingga 10 hari. Cepat juga ya?

Seperti yang diketahui, nyamuk yang suka mengisap darah manusia dan binatang itu adalah nyamuk betina. Darah yang diisap untuk membantu nyamuk betina bertelur. Jika tidak mengisap darah, maka kebanyakan nyamuk tidak bisa bertelur.

Nyamuk betina mengisap darah manusia atau binatang menggunakan mulutnya yang mirip dengan jarum, yang ditusukkan ke tubuh manusia atau binatang. Nyamuk betina bisa mengisap darah sebanyak dua kali berat tubuhnya dalam sekali hisapan. Nyamuk betina membutuhkan darah tersebut untuk menimbun protein untuk telurnya. Setelah mengisap darah satu hingga lima kali, nyamuk betina akan bertelur hingga mati.

Nyamuk Aedes Aegypti hanya terbang beberapa blok saja selama hidupnya. Tidak seperti jenis nyamuk yang lainnya, Aedes Aegypti ini lebih suka menggigit manusia. Mereka lebih suka tinggal di dekat manusia. Sehingga nyamuk Aedes Aegypti ini bisa ditemukan didalam rumah atau gedung, dimana yang tidak menggunakan kasa di jendela atau yang tidak memiliki pintu, atau pintu yang dibiarkan terbuka.

Berbeda dengan nyamuk betina, nyamuk penjantan hanya menghisap air dan sari tumbuhan saja. Seperti ini daur hidup nyamuk Aedes Aegypti menurut CDC :

  1. Telur
  2. Nyamuk betina dewasa mengeluarkan telur didalam ruangan, sebuah wadah yang tergenang air, diatas permukaan air.
  3. Nyamuk biasanya akan mengeluarkan telur sebanyak 100 butir sekaligus.
  4. Telur nyamuk sangat kuat, mereka akan menempel pada dinding wadah seperti lem dan bisa bertahan dalam kekeringan hingga delapan bulan, bahkan selama musim dingin di Amerika Serikat bagian selatan.
  5. Hanya memerlukan sedikit air untuk bisa menarik perhatian nyamuk betina. Mangkuk, cangkir, air mancur, ban, tong, vas, dan wadah lainnya yang menyimpan air bisa menjadi tempat yang bagus untuk bertelur.
  6. Larva
  7. Larva akan muncul dari telur nyamuk, namun hanya setelah permukaan air naik untuk menutupi telur. Artinya, air hujan atau bertambahnya genangan air di wadah yang berisi ratusan telur nyamuk akan memicu munculnya larva.
  8. Kemudian larva memakan mikroorganisme didalam air. Larva pun menjadi pupa setelah molting tiga kali.
  9. Pupa Atau Kepompong

Pupa atau kepompong akan berkembang hingga terbentuknya tubuh nyamuk dewasa yang baru, kemudian keluar dari kulit kepompong dan keluar dari air.

  • Dewasa
  • Setelah dewasa, nyamuk jantan akan memakan nektar dari bunga. Sementara nyamuk betina akan memakan darah manusia dan hewan untuk bertelur.
  • Nyamuk betina setelah makan akan langsung mencari sumber air untuk bertelur lebih banyak.

Setelah mengetahui daur hidup nyamuk Aedes Aegypti menurut CDC diatas, sekarang kamu harus tahu juga cara mencegah nyamuk Aedes Aegypti agar tidak berkembang biak di rumah kamu. Cara – caranya seperti apa? Kamu bisa mulai menyingkirkan genangan air, menggunakan pembasmi jentik – jentik nyamuk, serta menggunakan obat nyamuk dan memanfaatkan tanaman pengusir nyamuk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *